Senin, 08 Februari 2010

ad pha y,????

ua-tua Keladi

Rigobert Song ME Gunawan
13/01/2010 11:55
Rigobert Song (panapress)

Liputan6.com, Lubango, Angola: Andaikata tidak ada aral melintang, di laga perdana penyisihan Grup D Piala Afrika 2010 antara Kamerun versus Gabon yang akan berlangsung di Estadio Alto da Chela, Lubango, Rabu (13/1), pelatih Paul Le Guen akan menurunkan mantan kapten timnas, Rigobert Song di jantung pertahanan Indomitable Lions, julukan Kamerun.

Apa istimewanya? Jika benar itu terjadi, maka Song, 33 tahun, akan menoreh rekor sebagai pemain Afrika pertama yang mampu tampil di delapan kali putaran final Piala Afrika. Di Piala Afrika 2008 yang berlangsung di Ghana Song mencatat prestasi tujuh kali tampil, catatan yang ditoreh pemain Pantai Gading, Alain Gouamene dan mantan bomber Mesir yang terkenal, Hossam Hassan.

Di Angola, kapten The Pharaohs, julukan Mesir, Ahmed Hassan juga melakoni putaran final Piala Afrika untuk kali kedelapan kalinya. Akan tetapi, pada pergelaran Piala Afrika 1996 yang berlangsung di Afrika Selatan, Hassan yang kini telah berusia 34 tahun hanya tercantum dalam roster tanpa sekalipun tampil di lapangan.

Selain menyandang rekor tampil terbanyak di putaran final Piala Afrika, Song pun mencatat prestasi istimewa lainnya, yaitu telah turun bertanding dalam 33 pertandingan dan tidak pernah sekalipun absen sejak tampil di Afrika Selatan, 1996. Setelah mengemban tugas sebagai kapten tim di ajang Piala Afrika 2000 di Nigeria dan Mali, 2002, Song menyerahkan ban kapten kepada tukang gedor andalan Inter Milan, Samuel Eto’o.

Sejauh ini, Song yang memulai debutnya pada 1993, telah tampil sebanyak 132 kali bersama Indomitable Lions. Noda hitam yang tercoreng dalam catatan karir Song adalah kartu merah yang diterimanya di ajang Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat. Ketika itu, Song baru berusia 17 tahun, pemain termuda yang diganjar kartu merah sepanjang sejarah Piala Dunia.(MEG)

stiker paraguay

Striker Paraguay Ditembak di Kepala

Timnas Paraguay Dimas Ramadani
26/01/2010 02:22
Striker Paraguay, Salvador Cabanas pemanasan jelang partai kualifikasi PD 2100 pada 3 September 2009. Cabanas ditembak di kepala pada 25 Januari 2010 yang membuatnya berada dalam kondisi kritis. AFP PHOTO/Norberto DUARTE
Salvador Cabanas (© AFP 2010)

Liputan6.com, Mexico City: Bintang tim nasional Paraguay, Salvador Cabanas ditembak di kepala ketika berada dalam sebuah di ibukota Meksiko, Mexico City, Senin (25/1) waktu setempat. Cabanas yang memperkuat klub Meksiko, Club America, kini dalam kondisi kritis.

Seperti ditulis Associated Press, Cabanas, 29 tahun, tiba di rumah sakit untuk menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di kepalanya dalam kondisi sadar. “Dia (Cabanas) keheranan dan tidak tahu apa yang terjadi serta menanyakan kemana dan mengapa mereka (tim medis) membawanya,” tutur Michael Bauer, Presiden Club America.

Dua pelaku ditahan, akan tetapi belum jelas motif di balik insiden berdarah tersebut. Hanya disebutkan bahwa Cabanas mengunjungi bar bersama istrinya dan ditembak di kamar kecil sebelum fajar menyingsing. Meski begitu, diduga insiden tersebut dilatarbelakangi upaya perampokan.

Juan Angel Napout, Presiden PSSI-nya Paraguay, bergegas mengirim dokter tim nasional ke Mexico City untuk menemani Cabanas. Tindakan yang patut diacungi jempol. “Kami berdoa yang terbaik untuknya,” kata Napout lirih.

Cabanas merupakan salah satu striker andal di Paraguay, bersama dengan Roque Santa Cruz dan Nelson Haedo Valdez. Ia bahkan menjadi penyumbang gol terbanyak, dengan enam golnya, bagi Paraguay yang finis di urutan ketiga di babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Amerika Selatan (CONMEBOL). Sebelum penembakan ini, hampir dipastikan Cabanas ikut serta ke Afrika Selatan, dimana Paraguay bergabung dengan Italia, Selandia Baru dan Slovakia di putaran pertama Grup F.

Cabanas bermain di Meksiko sejak 2003 ketika direkrut klub Jaguars. Pada 2006 ia pindah ke Club America. Mengemas 125 gol dari 218 pertandingan menjadikan Cabanas dikenal sebagai salah satu striker yang mengorbit di Liga Meksiko. Jejak rekam itu pulalah yang kabarnya membuat Steve Bruce, manajer Sunderland, mengutarakan keinginannya memboyong pemain bertinggi 173 sentimeter itu ke Liga Premier Inggris.(DIM).sumber:liputan6.com

riberty beri sinyal ke barca

Ribery Beri Sinyal ke Barca

Bayern Muenchen Dimas Ramadani
09/02/2010 05:08
Gelandang Bayern Muenchen, Franck Ribery di bangku cadangan di laga Bundesliga antara Bayern Muenchen vs Werder Bremen pada 15 Agustus 2009. AFP PHOTO/JOERG KOCH
Franck Ribery (© AFP 2009)

Liputan6.com, Munich: Franck Ribery merupakan sosok pemain penuh ambisi. Gelandang serang Bayern Muenchen ini sekali lagi membuka diri meninggalkan Jerman demi meraih berbagai gelar juara. Salah satu tim yang disebut-sebut menaruh minat memboyong Ribery yakni Barcelona.

Jika benar klub kabanggaan warga Katalan itu serius menaruh minat, Ribery memberi sinyal ke Barca, "ayo, rekrut aku!" Ribery menyebut kompatriotnya di Barca, Thierry Henry, semakin mendekatkan dirinya dengan Nou Camp, markas Barca.

“Saya mengenal baik Titi—panggilan Ribery ke Henry. Saya tahu dia sangat senang jika bisa bermain bersamaku di sana (Barca),” papar Ribery. “Saya menyadari beberapa pihak menginginkanku bertahan (dengan Bayern). Tapi apapun itu, bertahan atau tidak, keputusannya akan sangat sulit buatku.”

Ribery sukses sejak bergabung dengan Bayern pada musim panas 2007. Di musim pertamanya, Ribery sukses membawa Die Roten kembali merengkuh titel Bundesliga. Pada musim yang sama, ia dinobatkan sebagai German Footballer of the Year. Akan tetapi ambisinya belum terpuaskan karena ingin mengoleksi gelar-gelar lain yang lebih punya prestise.

“Saya ingin memenangi berbagai gelar juara dan menikmati permainan. Saya tidak punya waktu 20 tahun lagi,” ucap pemain berusia 26 tahun itu. “Bayern merupakan salah satu tim besar di dunia, tapi tidak sekuat Barcelona, Real Madrid, Manchester United atau Chelsea.” Dari keempat klub yang disebutkan, manakah pilihanmu Ribery?(DIM).sumber:liputan6.com

bola

bola

Jumat, 05 Februari 2010

bola

bola

video

vedeo bola

agen ribery masih bungkam mengenai kontrak

Soal Kontrak, Agen Ribery Masih Bungkam

Rabu, 3 Februari 2010 - 22:25 wib
text TEXT SIZE :
Share
Defanie Arianti - Okezone
Foto: Reuters

MUNICH - Upaya Bayern Munich mempertahankan bintang andalannya, Franck Ribery, belum menunjukkan kemajuan berarti. Agen winger Prancis menyebutkan, kliennya baru akan memastikan masa depannya Maret mendatang.

Nama Ribery sudah cukup lama dihubungkan dengan klub-klub elit Eropa, terutama Real Madrid. Bahkan, tidak hanya sekali muncul berita soal kesepakatan antara Ribery dan klub besutan Manuel Pellegrini. Sejumlah pemain Bayern pun mengklaim jika Ribery sangat mengharapkan hijrah ke ranah Spanyol.

Rumor semakin panas karena hingga saat ini mantan bintang Olympique Marseille belum mau membicarakan kontrak baru bersama FC Hollywood. Bayern bahkan harus melayangkan ultimatum kepada Ribery untuk segera memastikan masa depannya.

Alain Migliaccio, agen Ribery, belum mau memberikan jawaban pasti soal sang klien. Meski begitu, dia menegaskan, mantan bintang Olympique Marseille akan menghormati kontrak yang dijalaninya bersama Bayern saat ini.

"Keputusannya (Ribery) tergantung pada apa yang dimaksud Bayern tentang membangun tim yang mampu mempertahankan posisi mereka di Eropa," jelas Migliaccio seperti dikutip Goal, Rabu (3/2/2010).

"Kita harus ingat bahwa Franck masih terikat kontrak dengan Bayern hingga 2011, karena itu, Bayern memegang kendali atas negosiasi. Hingga kami bertemu Karl-Heinz Rummenigge, Uli Hoeness, dan Christian Nerlinger, belum ada perkembangan apapun," lanjutnya.

Ditanya soal ultimatum yang dilontarkan kubu The Bavarian baru-baru ini, Migliaccio membantah. Namun, dia bisa mengkonfirmasi bahwa teka-teki masa depan Ribery akan terjawab sekira "awal Maret".sumber:okezone.com

pemain terbaik dari jazirah arab

Bougherra Pemain Terbaik Jazirah Arab

Ballon d'Or Arabian Dimas Ramadani
05/02/2010 20:10
Gelandang Rangers asal Aljazair, Madjid Bougherra saat sesi latihan jelang laga pramusim melawan Portsmouth di Fratton Park, 8 Agustus 2009. AFP PHOTO/Glyn Kirk
Madjid Bougherra (© AFP 2009)

Liputan6.com, Beirut: Majdid Bougherra memenangi Bola Emas Arab, simbol dari gelar Pemain Terbaik Jazirah Arab. Bougherra dianggap pantas setelah menuai sukses, baik ketika memperkuat tim nasional Aljazair maupun ketika bermain untuk klubnya, Glasgow Rangers.

Bek berusia 27 tahun itu memperoleh apresiasi tertinggi di jazirah para nabi yang diorganisir harian Libanon, Elhadath Erriadh. Koran ternama di Libanon itu menghimpun suara dari 158 jurnalis di 17 negara Arab.

Dari hasil tabulasi, Bougherra memperoleh 240 poin. Ia mengungguli mengungguli striker Maroko yang bermain di Girondins de Bordeaux, Marouane Chamakh, yang memperoleh 227 poin. Tempat ketiga diduduki kapten timnas Mesir dan Al Ahly, Ahmed Hassan, dengan 188 poin.

Pemain kelahiran Prancis pada 7 Oktober 1982 ini memulai karier profesionalnya bersama Gueugnon, sebelum kemudian merantau ke Inggris pada 2006. Setelah memperkuat Sheffield Wednesday dan Charlton Athletic, pada 2008 Bougherra bermain untuk Rangers.

Sepanjang 2009 karier pemain yang berposisi sebagai centre-back ini gemilang. Aksi individunya ketika menjebol gawang VfB Stuttgart di partai Liga Champions, pada September 2009, banyak mengundang pujian. Di tahun itu juga Bougherra mengantar Rangers menjuarai Liga Premier Skotlandia.

Tetapi yang paling fenomenal tentunya keberhasilan Bougherra mengantar Aljazair tampil di putaran final Piala Dunia setelah mengalahkan Mesir pada partai play-off di Kartoum, Sudan. Bougherra menjadi pemain Aljazair pertama yang memperoleh gelar tersebut setelah Rabah Madjer merengkuhnya pada 1987.(DIM).sumber:liputan6

kepuasan akan kemengan bremen

Bremen Akhiri Puasa Kemenangan

Pekan Ke-21 Bundesliga Dimas Ramadani
06/02/2010 04:25
Bek Werder Bremen, Clemens Fritz berebut bola dengan striker Hertha Berlin, Raffael, 5 Februari 2010. AFP PHOTO/PHILIPP GUELLAND
Clemens Fritz (© AFP 2010)

Liputan6.com, Bremen: Werder Bremen mengakhiri paceklik kemenangan setelah menggulung Hertha Berlin 2-1 pada partai pembuka pekan ke-21 Bundesliga, Jumat (5/2) atau Sabtu dini hari WIB. Bremen kembali menatap peluang lolos ke pentas Eropa, sedangkan Hertha kian “tenteram” di dasar klasemen.

Sejak menang enam gol tanpa balas dari SC Freiburg pada 21 November, Bremen tidak pernah menang di Bundesliga. Bahkan, di lima petandingan terakhir Bremen selalu menderita kekalahan. Dua gol Bremen dibukukan Marko Marin dan Claudio Pizarro. Satu gol Hertha yang sempat mengejutkan publik Weserstadion dicetak Theofanis Gekas.

Mesut Ozil sudah membahayakan gawang Hertha pada menit kelima. Tetapi tendangan kaki kiri gelandang internasional Jerman itu berhasil dipatahkan kiper Jaroslav Drobny. Ketika beringsur 20 menit sundulan Pizarro menerpa tiang gawang. Sedangkan bola liar yang dimiliki Aaron Hunt gagal dimaksimalisasi.

Tuan rumah diuntungkan oleh keputusan keliru dari wasit ketika babak pertama berjalan 30 menit. Gol dari Gekas yang sejajar dengan pemain bek lawan paling belakang dianulir karena asisten wasit keburu mengangkat bendera tanda offside. Kedudukan 0-0 pun menutup paruh pertama.

Kebuntuan dipecahkan pada menit ke-66. Marin yang menerima bola setelah Ozil ditekel Lukasz Piszczek melepaskan tendangan voli akurat yang tidak terbendung Drobny. Skor 1-0 untuk Bremen tidak berlangsung lama. Pada menit ke-68, Gekas dengan jitu memanfaatkan kegagalan Pizarro dan kiper Time Wiese dalam mengantisipasi tendangan bebas.

Striker Peru itu membayar kesalahannya. Ketika waktu normal tersisa sembilan menit Pizarro membawa Bremen kembali unggul. Tendangan kaki kiri Pizarro bersarang di gawang. Kedudukan 2-1 bertahan hingga pertandingan selesai setelah tembakan salto Cicero gagal ketika hanya membentur mistar gawang Wiese.

Poin maksimal membuat poin Bremen berjumlah 31, atau terpaut emoat poin dari zona Europa League dan 10 poin dari zona Liga Champions. Sementara itu, jerat degradasi kian kuat memeluk Die Alte Dame, julukan Hertha, yang terpaut tujuh poin dari wilayah aman.(DIM).sumber:liputan6

olahraga