ua-tua Keladi
Rigobert Song ME Gunawan13/01/2010 11:55
Rigobert Song (panapress)
Liputan6.com, Lubango, Angola: Andaikata tidak ada aral melintang, di laga perdana penyisihan Grup D Piala Afrika 2010 antara Kamerun versus Gabon yang akan berlangsung di Estadio Alto da Chela, Lubango, Rabu (13/1), pelatih Paul Le Guen akan menurunkan mantan kapten timnas, Rigobert Song di jantung pertahanan Indomitable Lions, julukan Kamerun.
Apa istimewanya? Jika benar itu terjadi, maka Song, 33 tahun, akan menoreh rekor sebagai pemain Afrika pertama yang mampu tampil di delapan kali putaran final Piala Afrika. Di Piala Afrika 2008 yang berlangsung di Ghana Song mencatat prestasi tujuh kali tampil, catatan yang ditoreh pemain Pantai Gading, Alain Gouamene dan mantan bomber Mesir yang terkenal, Hossam Hassan.
Di Angola, kapten The Pharaohs, julukan Mesir, Ahmed Hassan juga melakoni putaran final Piala Afrika untuk kali kedelapan kalinya. Akan tetapi, pada pergelaran Piala Afrika 1996 yang berlangsung di Afrika Selatan, Hassan yang kini telah berusia 34 tahun hanya tercantum dalam roster tanpa sekalipun tampil di lapangan.
Selain menyandang rekor tampil terbanyak di putaran final Piala Afrika, Song pun mencatat prestasi istimewa lainnya, yaitu telah turun bertanding dalam 33 pertandingan dan tidak pernah sekalipun absen sejak tampil di Afrika Selatan, 1996. Setelah mengemban tugas sebagai kapten tim di ajang Piala Afrika 2000 di Nigeria dan Mali, 2002, Song menyerahkan ban kapten kepada tukang gedor andalan Inter Milan, Samuel Eto’o.
Sejauh ini, Song yang memulai debutnya pada 1993, telah tampil sebanyak 132 kali bersama Indomitable Lions. Noda hitam yang tercoreng dalam catatan karir Song adalah kartu merah yang diterimanya di ajang Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat. Ketika itu, Song baru berusia 17 tahun, pemain termuda yang diganjar kartu merah sepanjang sejarah Piala Dunia.(MEG)
Apa istimewanya? Jika benar itu terjadi, maka Song, 33 tahun, akan menoreh rekor sebagai pemain Afrika pertama yang mampu tampil di delapan kali putaran final Piala Afrika. Di Piala Afrika 2008 yang berlangsung di Ghana Song mencatat prestasi tujuh kali tampil, catatan yang ditoreh pemain Pantai Gading, Alain Gouamene dan mantan bomber Mesir yang terkenal, Hossam Hassan.
Di Angola, kapten The Pharaohs, julukan Mesir, Ahmed Hassan juga melakoni putaran final Piala Afrika untuk kali kedelapan kalinya. Akan tetapi, pada pergelaran Piala Afrika 1996 yang berlangsung di Afrika Selatan, Hassan yang kini telah berusia 34 tahun hanya tercantum dalam roster tanpa sekalipun tampil di lapangan.
Selain menyandang rekor tampil terbanyak di putaran final Piala Afrika, Song pun mencatat prestasi istimewa lainnya, yaitu telah turun bertanding dalam 33 pertandingan dan tidak pernah sekalipun absen sejak tampil di Afrika Selatan, 1996. Setelah mengemban tugas sebagai kapten tim di ajang Piala Afrika 2000 di Nigeria dan Mali, 2002, Song menyerahkan ban kapten kepada tukang gedor andalan Inter Milan, Samuel Eto’o.
Sejauh ini, Song yang memulai debutnya pada 1993, telah tampil sebanyak 132 kali bersama Indomitable Lions. Noda hitam yang tercoreng dalam catatan karir Song adalah kartu merah yang diterimanya di ajang Piala Dunia 1994 yang berlangsung di Amerika Serikat. Ketika itu, Song baru berusia 17 tahun, pemain termuda yang diganjar kartu merah sepanjang sejarah Piala Dunia.(MEG)
